Tuesday, January 04, 2005

duka teramat dalam

terlalu banyak tangisan sana sini mulai anak-anak hingga bapak-bapak bau anyir darah pun rasanya seperti bau parfum sejuta manusia menyeruak di pangkal hidung setiap orang disini puing bebatuan dan kayu-kayu berserakan hingga terkadang menancap di kulit kepala berikan luka fisik yang tak berarti dibandingkan kehilangan nyawa sedih yang menusuk terasa dengan hanya membayangkan kalau aku disana tetapi apa yang bisa kulakukan? saat semua orang mencari sanak kekuarga mereka yang tertimbun reruntuhan tak seorang pun menghampiri sesosok tubuh kecil tergeletak dibiarkannya begitu saja sedih itu datang lagi saat kubayangkan diriku berada dikerumunan tubuh yang tak bergerak tetapi apa yang bisa kulakukan? pun pada akhirnya semua ini akan berakhir meskipun dengan seonggok duka yang teramat dalam

0 Comments:

Post a Comment

<< Home