duka teramat dalam
terlalu banyak tangisan sana sini
mulai anak-anak hingga bapak-bapak
bau anyir darah pun rasanya seperti bau parfum sejuta manusia
menyeruak di pangkal hidung setiap orang disini
puing bebatuan dan kayu-kayu berserakan hingga terkadang menancap di kulit kepala
berikan luka fisik yang tak berarti dibandingkan kehilangan nyawa
sedih yang menusuk terasa dengan hanya membayangkan kalau aku disana
tetapi apa yang bisa kulakukan?
saat semua orang mencari sanak kekuarga mereka yang tertimbun reruntuhan
tak seorang pun menghampiri sesosok tubuh kecil tergeletak
dibiarkannya begitu saja
sedih itu datang lagi saat kubayangkan diriku berada dikerumunan tubuh yang tak bergerak
tetapi apa yang bisa kulakukan?
pun pada akhirnya semua ini akan berakhir meskipun dengan seonggok duka yang teramat dalam


0 Comments:
Post a Comment
<< Home